Number of 666

November 27, 2010

Menyebut orang dengan benar di bahasa Jepang

Menyebut orang dengan benar di bahasa Jepang

Yang penting bukan hanya menggunakan gaya bahasa yang tepat sesuai dengan lawan bicaranya, tapi juga bagaimana cara menyebut orang lain dengan tepat. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menyebut dirimu sendiri dengan tingkat kesopanan yang pas. Bahasa Jepang di sini cukup mirip dengan bahasa Indonesia, yaitu sama-sama memiliki banyak cara untuk menyebut “saya” dan “kamu”. Di sini kita akan membahas kata-kata yang paling umum untuk hal tersebut.

Menyebut diri sendiri

Ada banyak cara untuk mengatakan “saya” di bahasa Jepang. Beberapa tidak terlalu umum dan ada juga yang sudah sangat kuno. Kita akan membahas beberapa yang paling umum dipakai saat ini. Beda penggunaan dari bermacam-macam versi “saya” tersebut bisa dibagi menjadi dua kategori: jenis kelamin dan kesopanan. Dengan kata lain, ada kata-kata yang umumnya dipakai laki-laki dan ada kata lain yang biasanya hanya dipakai perempuan dan semuanya bergantung pada konteks sosialnya.

Sebelum melangkah lebih jauh, saya ingin mengangkat kata 「私」. Bacaan resmi kanji tersebut adalah 「わたくし」. Ini adalah bacaan yang dipakai pada konteks formal (misalnya pidato pemimpin perusahaan). Bacaan ini kemungkinan besar akan diikuti gaya bahasa hormat dan rendah diri yang akan kita bahas belakangan. Dalam situasi lainnya, kanji tersebut umumnya dibaca 「わたし」. Ini adalah cara yang paling umum untuk mengatakan “saya” dari segi kesopanan dan jenis kelamin, sehingga umumnya itu adalah salah satu kata yang pertama kali diajarkan pada pelajar bahasa Jepang.

Inilah daftar kata yang paling umum untuk “saya” dan penggunaannya:

(more…)

Advertisements

November 20, 2010

Menyebut Orang Dengan Bahasa Jepang


Menyebut orang dengan benar di bahasa Jepang

Yang penting bukan hanya menggunakan gaya bahasa yang tepat sesuai dengan lawan bicaranya, tapi juga bagaimana cara menyebut orang lain dengan tepat. Tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menyebut dirimu sendiri dengan tingkat kesopanan yang pas. Bahasa Jepang di sini cukup mirip dengan bahasa Indonesia, yaitu sama-sama memiliki banyak cara untuk menyebut “saya” dan “kamu”. Di sini kita akan membahas kata-kata yang paling umum untuk hal tersebut.


Menyebut diri sendiri

Ada banyak cara untuk mengatakan “saya” di bahasa Jepang. Beberapa tidak terlalu umum dan ada juga yang sudah sangat kuno. Kita akan membahas beberapa yang paling umum dipakai saat ini. Beda penggunaan dari bermacam-macam versi “saya” tersebut bisa dibagi menjadi dua kategori: jenis kelamin dan kesopanan. Dengan kata lain, ada kata-kata yang umumnya dipakai laki-laki dan ada kata lain yang biasanya hanya dipakai perempuan dan semuanya bergantung pada konteks sosialnya.

 

(Read More…)

November 17, 2010

Agama Di Jepang

Filed under: Adi666, Agama, Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , — apr @ 9:18 am

Di dunia ini ada berbagai macam agama ; agama Islam, agama Kristen, agama Budha, dan lain sebagainya. Ketika orang Jepang ditanya ; “Anda menganut agama apa ?”, kebanyakan orang Jepang akan menjawab ; “Saya tidak menganut suatu agama secara khusus”. Bagi kebanyakan orang asing yang menganut suatu agama tertentu dengan jelas, jawaban seperti ini akan sangat mengejutkan.

Kepercayaan orang Jepang terhadap agama merupakan salah satu hal yang tidak bisa dipahami tentang bangsa Jepang. Sebenarnya di Jepang sendiri ada banyak lembaga keagamaan, dan ada juga orang-orang yang sangat percaya pada suatu agama tertentu.

(Read More…)

Nama-Nama Orang Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , — apr @ 9:13 am

Jepang adalah negara yang penuh tradisi dan sejarah panjang dalam peradaban masyarakatnya. Salah satu keistimewaannya yaitu orang Jepang sangat teguh dalam menjaga nilai-nilai budaya masyarakatnya. Hal inilah yang membedakan Jepang dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia

Nama-nama Jepang (jinmei) untuk anak perempuan memiliki makna dan ucapan yang sangat unik. Biasanya di tulis dalam huruf kanji.Pada umumnya nama-nama untuk anak permpuan berakhiran “ko” artinya anak seperti Naoko, Nobuko,Kyoko dan lain-lain.

(Read More…)

Sejarah Huruf Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , — apr @ 9:11 am

Pada zaman dahulu Jepang tidak mempunyai huruf sendiri, oleh karena itu huruf-huruf yang dipakai dipinjam dari negara tetangganya, yaitu Cina. Pada awalnya huruf Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis, sehingga dokumen-dokumen berbahasa Jepang ditulis dan dilapalkan dalam bahasa Cina.

Pada zaman kuno di Cina, terdapat Dinasti Han (Kan) yang amat terkenal, dan pada masa itu tulisan disebut kanji, dan kalimat Cina disebut kanbun. Kanji merupakan aksara yang digunakan dalam bahasa Jepang modern selain (katakana, hiragana) dan romaji.

Kanji disebut juga mana atau shinji untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji biasanya digunakan
(Read More…)

Kelas Kata Bahasa Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , , — apr @ 9:09 am

Pembagian kelas kata dalam bahasa Jepang disebut hinshi bunrui. Hinshi berarti jenis kata atau kelas kata ( word class, part of speech ), sedangkan bunrui berarti penggolongan, klasifikasi, kategori, atau pembagian.

Jadi hinshi bunrui dapat berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karateristiknya secara gramatikal. Adapun pembagian kelas kata menurut Kokugo Daijiten dibagi menjadi 10 jenis kata yaitu :

* Dôshi ( Verba ) adalah kata yang dapat berdiri sendiri dan dapat menjadi predikat. Dôshi ini biasanya berakhiran bunyi ~u. Contoh : kaku (menulis), taberu (makan).

* Keiyôshi ( Adjektiva~i ) adalah kata yang dapat berdiri sendiri, juga dapat

(Read More…)

Jenis Pola Kalimat Dalam Bahasa Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , , — apr @ 8:52 am


Kita menggunakan bahasa sebagai cara untuk menyatakan ide, pikiran, perasaan pendapat kepada orang lain. Bahasa yang kita gunakan itu diungkapkan dalam bentuk kalimat. Kalimat dalam bahasa Jepang disebut bun.

Kalimat itu ada yang terbentuk dari satu kata dan ada juga kalimat panjang yang terbentuk dari sejumlah kata, bentuk kalimat juga sangat bervariasi. Berikut kita lihat berbagai macam pola kalimat yang berpredikat kata benda.

1. Kalimat Pernyataan (kalimat positf)

~wa~desu =…..adalah…..

Ini merupakan pola kalimat pernyataan yang predikatnya menggunakan kata benda ditambah desu. Pola kalimat diatas pola kalimatnya harus kata benda.

Contoh:

* Watashi wa Adi desu. ( Saya adalah Adi ) (Read More…)

Bahasa Jepang Di Asia

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , , — apr @ 8:20 am

Dengan melihat penuturnya bahasa Jepang dapat dikatakan sebagai bahasa yang dipakai oleh bangsa Jepang yaitu sekelompok masyarakat yang lahir dan hidup di negara Jepang yang memiliki luas wilayahnya kurang lebih 380.000 km persegi yang terdiri atas pulau-pulau besar yaitu Hôkaido, Honshû, Shikoku, Kyûshu, dan kira-kira 7000 pulau kecil yang ada disekitarnya.

Negara Jepang dibagi menjadi delapan distrik yang berurutan dari sebelah utara yaitu Hokkaido, Tôhoku, Kantô, Chûbu, Kinki, Chûgoku, Shikoku dan Kyûshû. Namun secara administratif negara Jepang dibagi menjadi1 to yaitu Tôkyôto, 1 dô dari Hokkaidô, 2 fu yaitu Ôsakafu dan Kyôtofu, serta 43 ken. Masing-masing to-dô-fu-ken tersebut dibagi-bagi lagi menjadi shi,chô atau son ( Yano Tsuneta Kinenkai, 2003:7 ).

Jadi bahasa Jepang adalah bahasa yang dipakai oleh sekelompok orang yang tinggal di wilayah negara tersebut terutama sebagai bahasa ibunya yang memiliki berbagai macam dialek. Bahasa Jepang dipakai juga oleh orang Jepang yang berimigrasi ke negara lain misalnya Brazil dan Hawai.
(Read More…)

Berbicara Bahasa Jepang Dengan Mudah

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — apr @ 7:31 am

Ketika kita mulai mempelajari bahasa yang baru, langkah pertama yang dilakukan yaitu mempelajari sejumlah kata-kata yang sederhana. Kita akan dapat mulai berkomunikasi dengan kata-kata sederhana dan juga akan dapat memahami beberapa kata ketika mendengarkan apa yang dikatakan di dalam percakapan bahasa Jepang.

Berikut ini beberapa kata sedehana yang dapat dipelajari dengan cepat dalam percakapan bahasa Jepang misalnya kata “Konnichiwa” artinya Selamat siang atau Selamat sore. Merupakan ungkapan persalaman yang dipergunakan pada waktu bertemu dengan orang lain pada waktu siang atau sore hari.

Atau kita mungkin ingin bertanya tentang kabar atau kondisi, untuk ini dapat dipakai kata “Ogenki desu ka” Yang berarti Bagaimana kabarnya? atau Apa kabar?. Ungkapan “Ogenki desu ka” biasanya dijawab dengan ungkapan “Hai, genki desu” artinya Ya, sehat-sehat saja.

Berikut ini bagaimana berkata Ya dan Tidak. Ya adalah “Hai” dan “Tidak” adalah “Iie” salah satu yang paling mudah digunakan dalam bahasa Jepang. Digunakan tidak hanya untuk menyetujui, tetapi untuk menunjukkan bahwa kita memahami apa yang orang lain katakan.

Ini sebabnya kenapa kadang-kadang ada kebingungan ketika orang Jepang berkata Ya, dalam percakapan, ini berarti bahwa mereka memahami apa yang telah kita katakan, tetapi tidak harus menyetujuinya. Jika kita mendengarkan percakapan bahasa Jepang akan sering mendengar kata “Hai” dan “Iie”.Dipakai untuk mengkonfirmasikan bahwa mereka memahami apa yang orang lain katakan.

Banyak orang tahu bahasa Jepang untuk Terima kasih adalah “Arigatou”. Merupakan ungkapan yang dipergunakan untuk menyatakan terima kasih atas suatu pemberian, bantuan perhatian dari orang lain. Ungkapan ini akan terasa lebih halus apabila diucapkan secara lengkap “Arigatou gozaimasu” atau “Arigatou gozaimashita “.

Ungkapan “Arigatou” biasanya dijawab dengan ungkapan “Dou itashimashite” atau “Iie Douitashimashite” yang dapat berarti Terima kasih kembali atau dapat dijawab pula dengan ungkapan “Kochira koso arigatou gozaimasu” yang berarti Sayalah yang berterima kasih.

Kita akan sering mendengar kata “Sumimasen” yang berarti Maaf. Dipakai untuk menyatakan permintaan maaf karena tidak berlaku sopan atau karena mempunyai kesalahan. “Sumimasen” pun diucapkan untuk mengharapkan atau meminta sesuatu, biasanya memakai pola “Sumimasen ga,….”.

Ada lagi cara yang lebih kuat untuk mengatakan Maaf yaitu menggunakan kata “Gomen Nasai”. Untuk menyatakan meminta maaf atas kesalahan,kekeliruan, gangguan atau kesulitan yang telah dilakukan. Ungkapan-ungkapan di atas tersebut ini sangat sering diucapkan dalam percakapan bahasa Jepang.

Karateristik Bahasa Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — apr @ 6:17 am


Bahasa Jepang adalah bahasa yang unik, apabila kita melihat para penuturnya, tidak ada masyarakat negara lain yang memakai bahasa Jepang sebagai bahasa nasionalnya. Bandingkan dengan bahasa lainnya di dunia.

Sebagai bandingan bahasa lain seperti bahasa Inggris yang dipakai di beberapa negara sebagai bahasa nasionalnya seperti di Amerika, Inggris Australia, Selandia Baru, Kanada dan sebagainya. Sehingga walaupun hanya menguasai bahasa Inggris kita dapat berkomunikasi dengan warga negara tersebut.

Bahasa Jepang tidak sama dengan bahasa tersebut diatas, bahasa Jepang hanya dipakai oleh bangsa Jepang sebagai bahasa nasionalnya yaitu orang-orang yang lahir dan hidup di dalam lingkungan masyarakat dan kebudayaan Jepang. Kita dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Jepang hanya dengan orang Jepang atau dengan orang lain yang pernah mempelajarinya.

Disisi lain juga bangsa Jepang hanya memakai satu bahasa sebagai bahasa nasionalnya yaitu bahasa Jepang. Tidak ada bahasa lain yang dipakai di Jepang sebagai bahasa nasionalnya. Sementara bangsa lain ada juga yang memakai dua, tiga, bahkan empat bahasa sebagai bahasa nasionalnya. Keunikan bahasa Jepang lainnya berkaitan dengan rumpun bahasanya.

Bahasa-bahasa yang ada di dunia ini pada umumnya jelas rumpun bahasanya, sedangkan rumpun bahasa Jepang sampai sekarang masih diperdebatkan oleh para ahlinya. Bahasa Jepang tidak dapat dimasukkan ke dalam suatu rumpun bahasa tertentu. Kecenderungannya bahwa bahasa Jepang merupakan bahasa yang terisolasi.

Bahasa Jepang juga memiliki karakteristik tertentu jika dilihat dari segi kebahasaan yaitu dari huruf yang dipakainya , kosa kata, sisitem pengucapan, gramatika dan ragam bahasanya.

Huruf yang dipakai memilki system penulisan yang sangat kompleks. Kosa kata bahasa Jepang kaya dengan kata-kata yang berhubungan dengan berbagai gejala alam termasuk tumbuhan, binatang dan lain sebagainya.

Jumlah vokal bahasa Jepang relatif sedilkit dibandingkan dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia. Selain itu yang lebih khas lagi bahwa di dalam bahasa Jepang itu terdapat aksen tertentu yang tidak ada di dalam bahasa lainnya.

Ciri-ciri bahasa Jepang yang lainnya dilihat dari segi gramatika (tata bahasa) yaitu pola kalimatnya subjek, objek,verba dan juga memiliki bentuk-bentuk perubahan pada kata kerja, kata sifat dan verba bantu ke dalam berbagai bentuk.

Older Posts »

Blog at WordPress.com.