Number of 666

December 12, 2010

Teori Terjadinya Tata Surya Jagad Raya dan Komponen-Komponennya

Filed under: Adi666 — adiprayit @ 10:24 am

Teori Terjadinya Tata Surya Jagad Raya dan Komponen-Komponennya

TEORI TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA dibagi menjadi dua, yaitu :

 

1. Teori Ledakan/Dentuman Besar (BIG BANG)

 

Teori ini dikemukakan oleh George Gamov, seorang ahli fisika yang lahir di Rusia.

  • Seluruh materi dan tenaga yang terdapat di alam semesta telah menyatu. Materi tersebut saling berdesakan dalam temperatur dan mempunyai massa jenis yang sangat tinggi.
  • Alam semesta berasal dari hasil ledakan dahsyat. Teori ini didukung oleh Stephen Hawking, seorang ahli fisika teoritis.

2. Teori Keadaan Tetap (STEADY STATE THEORY)

 

  • Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold.
  • Alam semesta tidak berawal dan tidak berakhir, tetapi dalam keadaan tetap.
  • Alam semesta selalu dalam keadaan tetap karena secara terus menerus diimbangi dengan terciptanya materi baru. Materi tersebut kemudian memadat dan kemudian menjadi galaksi, selanjutnya mengisi ruang-ruang yang kosong untuk mengganti materi yang berindah akibat adanya pemuaian.

 

3. Teori Alam Semesta Quantum

Teori ini diciptakan oleh William Lane Craig, 1966. Dia mengemukakan bhwa alam semesta adalah sudah ada selamanya dan akan selalu ada untuk selamanya pula. Dalam teori ini, ruang hampa pd hakikatnya tdk ada, yg ada adl partikel” subatomik.

 

KOMPONEN-KOMPONEN YANG MENGISI JAGAD RAYA

1. Bintang

  • Benda langit yang terdiri atas gas pijar dan dapat memancarkan cahayanya sendiri.
  • Bintang terbentuk dari gas hydrogen dan debu angkasa yang membentuk kabut.
  • Saat gas dan sebu menyatu, gaya gravitasinya meningkat sehingga menarik gas dan debu lebih banyak lagi dari kabut.
  • Gas dan debu tersebut makin padat dan membentuk bola gas, saat gravitasi bola meningkat, tekanannya pun meningkat sehingga menghasilkan suhu yangtinggi serta memancarkan cahaya dan cahaya.

 

2. Matahari

  • Bola gas terbentuk bulat yang berpijar.
  • Bumi dengan matahari berjarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.000.000 mil)
  • Matahari mempunyai khatulistiwa dan kutub karena gerak rotasinya.
  • Diameter matahari kira-kira 112 kalinya bumi.
  • Gaya tarik matahari kira-kira 30 kali gaya tarik bumi.
  • Temperatur di permukaan matahari sekitar 6.000 °C.
  • Suhu pada intinya 15 juta °C.
  • Menurut JR Meyer, panas matahari berasal dari batu meteor yang berjatuhan dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari.
  • Sedangkan menurut teori kontraksi H.Helmholz, panas itu berasal dari menyusutnya bola gas.
  • Dr.Bothe menyatakan bahwa panas tersebut berasal dari reaksi-reaksi temonuklir yang juga disebut reaksi hydrogen helium sintesis.

 

Bagian-Bagian dari Matahari :

Inti

  • Bagian yang paling dalam matahari. Suhu di lapisan ini diperkirakan mencapai 15 juta °C. Di lapisan ini reaksi fusi dapat berlangsung. Energi hasil rekasi fusi dipancarkan ke luar secara radiasi.

 

Fotosfer (Lapisan Cahaya)

  • Merupakan permukaan matahari yang tebalnya kurang lebih 350 km. Lapisan inilah yang memancarkan cahaya sangat kuat. Fotosfer juga disebut lapisan cahaya. Suhu di fotosfer diperkirakan rata-rata 6.000°C. Pada suhu tersebut, suatu benda memancarkan cahaya berwarna kuning.

 

Kromosfer

  • Lapisan gas diatas fotosfer yang tebalnya sekitar 16.000 km. Kromosfer sering disebut lapisan atmosfer matahari. Dilapisan bawah (dekat fotosfer) suhu kromosfer diperkirakan sekitar 4.000°C. Makin keatas, suhu dipekirakan mencapai 10.000°C. Kromosfer dapat dilihat pada saat terjadi gerhana matahari total. Pad saat itu, kromosfer tampak seperti gelang atau cincin yang berwarna merah.

 

Korona

  • Lapisan matahari yang paling luar ini juga sering disebut lapisan atmosfer matahari bagian luar. Korona juga merupakan lapisan gas yang sangat tipis. Gas tersebut sering tampak seperti mahkota putih cemerlang yg mengelilingi matahari. Oleh karena itu, lapisan gas tersebut disebut korona, artinya mahkota. Karena merupakan lapisan gas tipis, bentuk selalu berubah-ubah. Tebal korona diperkirakan mencapai 2,5 juta km. Adapun suhunya diperkirakan mencapai 1 juta°C. Korona dapat diamati setiap saat dengan teleskop. Teleskop yg digunakan untuk mengamati korona disebut koronograf.

 

 

Nih kalo mao download dokumennya langsung disini Teori Terjadinya Tata Surya Jagad Raya dan Komponen アヂプライツノ

 

 

 

 

 

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: