Number of 666

November 17, 2010

Sejarah Huruf Jepang

Filed under: Bahasa Jepang, Jepang — Tags: , — adiprayit @ 9:11 am

Pada zaman dahulu Jepang tidak mempunyai huruf sendiri, oleh karena itu huruf-huruf yang dipakai dipinjam dari negara tetangganya, yaitu Cina. Pada awalnya huruf Jepang berkembang tanpa bentuk tertulis, sehingga dokumen-dokumen berbahasa Jepang ditulis dan dilapalkan dalam bahasa Cina.

Pada zaman kuno di Cina, terdapat Dinasti Han (Kan) yang amat terkenal, dan pada masa itu tulisan disebut kanji, dan kalimat Cina disebut kanbun. Kanji merupakan aksara yang digunakan dalam bahasa Jepang modern selain (katakana, hiragana) dan romaji.

Kanji disebut juga mana atau shinji untuk membedakannya dari kana. Aksara kanji biasanya digunakan
untuk melambangkan ide atau konsep seperti kata benda, kata sifat, kata kerja, kata keterangan.

Sementara hiragana umumnya digunakan sebagai okurigana yang bertujuan untuk menuliskan infleksi kata kerja dan akar kata yang yang ditulis dengan kanji atau kata-kata asli yang berbahasa Jepang.

Kanji dipakai untuk menulis hampir semua kosa kata yang berasal dari bahasa Cina maupun bahasa Jepang. Hiragana juga digunakan untuk menulis kata-kata yang sulit ditulis atau diingat bila ditulis dengan aksara kanji.

Karena kanji mempunyai banyak coretan, ketika menulisnya banyak waktu, maka orang Jepang menciptakan hiragana dan katakana. Sampai zaman Heian, kebudayaan Jepang mendapat pengaruh kuat dari kebudayaan Cina, dan semua tulisan resmi harus dalam kanbun (kalimat Cina).

Katakana digunakan oleh para pendeta Budha di dalam membaca buku suci Budha (sutra). Hiragana digunakan oleh kaum wanita. Laki-laki kadang-kadang menggunakan hiragana di dalam tulisan-tulisan pribadi. Kecenderungan itu masih tertinggal dalam gaya penulisan bahasa Jepang modern.

Aksara kanji memiliki dua cara pengucapan, on’yomi (ucapan Cina) dan kun’yomi (ucapan Jepang). Onyomi (ucapan Cina) adalah cara membaca kanji dengan mengikuti cara membaca orang China. Pengucapannya berdasarkan bunyi bahasa Cina.

Sehingga sebagian besar karakter kanji memiliki on’yomi lebih dari satu. Karena orang Jepang mengenal kanji secara bertahap dan tidak langsung dilakukan pembakuan.

Kun’yomi (ucapan Jepang) adalah cara pengucapan kata asli yang berasal dari bahasa Jepang untuk karakter kanji yang mempunyai arti sama atau paling mendekati. Kanjinya diucapkan menurut pengucapan orang Jepang.

Tepatnya pada tanggal 16 November 1946 pemerintah Jepang mengeluarkan dafta aksara kanji yang disebut Touyou Kanji yang berjumlah 1850 karakter yang memuat aksara kanji yang telah disederhanakan disebut shinjitai sedangkan aksara kanji yang belum disederhanakan disebut kyuujitai.

Kemudian pada tanggal 10 Oktober pemerintah Jepang menggantikan daftar Touyou Kanji dengan daftar Jouyou Kanji yang berisi 1945 karakter. Sebelum perang dunia II berakhir Kementerian Pendidikan Jepang sudah empat kali mengeluarkan daftar Jouyou Kanji yaitu pada tahun 1923, 1931, 1942, 1945.

Kementerian Pendidikan juga mengeluarkan daftar Kyouiku Kanji (kanji pendidikan) yang berisi 1006 karakter untuk dipelajari oleh sekolah dasar di Jepang. Untuk kanji nama orang telah dikeluarkan daftar Jinmeiyou Kanji (kanji nama orang). Hingga 27 September 2004, daftar Jinmeiyou kanji berisi 2.928 karakter (daftar Jouyou Kanji ditambah 983 kanji nama orang).

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: