Number of 666

November 17, 2010

Menyampaikan Isi Hati Dalam Bahasa Jepang

Filed under: Adi666 — adiprayit @ 6:00 am



Ketika mengucapkan salam kepada orang yang baru pertama kali bertemu, kita mengucapkan Hajimemashite, setelah itu barulah kita memperkenalkan diri dan menyampaikan urusan. Sementara, kepada orang yang sudah lama tidak bertemu, ucapan salamnya adalah : Ohisashiburi desu.

Dan bila kita tambahkan lagi dengan ucapan yang bernuansa kerinduan, misalnya : Ogenki desu ka = apa kabar? , Okawari arimasen ka = adakah sesuatu yang berubah? dan sebagainya, jawabannya menjadi cukup banyak dan ini akan membuat percakapan menjadi lancar. Ungkapan perasaan gembira karena bertemu lagi, menghilangkan kerinduan tidak berjumpa selama ini.

Ketika akan berpisah, ucapan salam yang paling umum adalah : Sayonara = selamat berpisah, tetapi kalau hanya ucapan ini saja, mengandung nuansa rasa sedih seolah ini adalah pertemuan terakhir. Oleh karena itu, tambahkanlah Mata ne = sampai jumpa lagi ya, atau Sore dewa mata = sampa berjumpa lagi, atau Mata aimasho = mari kita berjumpa lagi, dsb. Dengan menambahkan kata mata = sampai nanti saja, akan membuat nuansa kegembiraan dan harapan untuk bertemu lagi.

Ucapan Salam

Bila kita mengucapkan salam Ohayo gozaimasu = selamat pagi, rasanya kita dapat memulai satu hari yang menyenangkan. Ucapan salam ada bermacam-ragam, tergantung pada ; tempat, waktu, dan siapa lawan bicara kita, sehingga terasa agak sulit. Di kantor kita bisa mengucapkan salam ohayo = pagi kepada teman kita, tetapi kepada Atasan kita harus mengucapkan secara lengkap ohayo gozaimasu = selamat pagi.

Untuk ucapan salam perpisahan juga ada bermacam-macam; Sayonara, Ojama shimashita, Shitsurei shimasu, Shikkei, dan sebagainya. Pada zaman dulu di Jepang, sebutan untuk orang lain adalah (hito sama = orang yang terhormat), adanya perasaan yang melukiskan rasa hormat tersebut boleh dikatakan merupakan dasar dalam ucapan salam, yang penuh dengan rasa simpati kepada lawan bicara kita.

Ucapan Gochiso sama mengandung nuansa rasa syukur dan terima kasih, biasanya diucapkan pada waktu selesai makan, mengungkapkan rasa terima kasih atas bahan makanan yang telah disediakan, dan rasa lelah pada waktu memasaknya. Selain itu ada juga ungkapan tertentu yang timbul dari kehidupan sehari-hari di Jepang. Yaitu ketika ada teman yang mengajak untuk bermain (asobo = main yuk), dijawab dengan (atode = nanti). Dengan kata lain, ini merupakan bentuk penolakan “sekarang tidak bisa main” yang diungkapkan secara halus.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: