Number of 666

July 8, 2010

BLEACH FanFic II (Chapter II – Part II)

Filed under: Anime, Bleach, Jepang — Tags: , , , — adiprayit @ 11:25 am


Lanjutan yg BLEACH FanFic II (Chapter II – Part I)
Sisa hari itu menjadi hal yang menyebalkan bagi Rukia. Gara-gara masih sedikit emosi karna kejadian tadi pagi, semua kegiatan Rukia menjadi dilakukan dengan hati yang setengah-setengah dan ia tidak bisa menikmatinya dan makin membuatnya stress.

Saat ini semua anak-anak sedang mengemasi barang-barangnya karena mereka harus segera check out dari vila. Tak terkecuali Rukia, dia sedang mengemasi barang-barangnya ke dalam koper mungilnya.

“Kau baik-baik saja Rukia?” tanya Momo yang sedari tadi melihat Rukia memegangi perut bagian sebelah kirinya.

“Sepertinya maag ku kambuh.” ucap Rukia sambil meringis kesakitan.

“Kau sudah makan?” tanya Tatsuki yang berjalan kea rah sahabatnya itu.

“Sudah, tadi aku makan roti.” ucap Rukia lemah.

“Sudah minum obat?” tanya Momo.

“Sudah.” Rukia berbohong, padahal dia tidak meminum obat sama sekali karna dia benci dengan obat.

“Kalau begitu nanti kau langsung saja menuju bis, aku dan Momo akan segera menyusulmu setelah makan siang.

“Baiklah, aku akan menunggu disana.” ucap Rukia sambil menutup kopernya.

Setelah selesai berer-beres, mereka bertiga pun akhirnya menuju ke bawah. Tatsuki dan Momo mengantarkan Rukia ke dalam bis. Di dalam bis belum ada siapapun karna semua anak-anak sedang makan siang, lalu Tatsuki dan Momo pun pergi menuju ruang makan meninggalkan Rukia.

Rukia duduk terkulai di bangku, dan ia menyandarkan kakinya di bangku agar posisinya nyaman dan tidak membuat perutnya lebih sakit dan Rukia memejamkan matanya.

Tap

Rukia mendengarkan langkah kaki dari arah pintu belakang bis dan ia tak mengindahkannya, hanya terus bersandar dan memejamkan matanya.

Tiba-tiba Rukia mendengar suara petikan gitar dari arah bangku paling belakang, lalu orang itu mulai bernyanyi.

Suminareta kono heya wo dete yuku hi ga kita
Atarashii tabidachi ni mada tomadotteru

Eki made mukau basu no naka
Tomodachi ni me-ru shita
Asa no ho-mu de denwa mo shite mita
Demo nanka chigau ki ga shita

Furui gita wo hitotsu motte kita
Shashin wa zenbu oite kita

Nanika wo tebanashite soshite te ni ireru
Sonna kurikaeshi kana?

Rukia kenal betul suara ini, dia tau siapa orang yang sedang bernyanyi.

Tsuyogari wa itsu datte yume ni tsudzuiteru
Okubyou ni nattara soko de togireru yo

Hashiridashita densha no naka
Sukoshi dake nakete kita

Mado no soto ni tsudzuiteru kono machi wa
Kawaranaide to negatta

Furui gita wo atashi ni kureta hito
Toukyou wa kowai tte itteta

Kotae wo sagasu no wa mou yameta
Machigai darake de ii

Rukia tidak mau mengganggu dan merusak nyanyian yang indah itu, ia seakan telah tersihir oleh lagu itu. Rukia mendengarkannya dengan seksama, karena dengan mendengarkan suaranya saja telah membuat hatinya terasa nyaman.

Akai yuuyake ga biru ni togireta
Namida wo koraetemo

Tsugi no asa ga yatte kuru tabigoto ni
Mayou koto datte aru yo ne?

Tadashii koto bakari erabenai
Sore kurai wakatteru

Setelah orang itu berhenti bernyanyi, Rukia pun bangkit dari posisinya dan berjalan menuju tempat di mana orang itu berada.

“Sugoi ne, Ichigo.” seru Rukia sambil tersenyum pada laki-laki di depannya.

Ichigo kaget Rukia muncul di depannya. “Tidak juga.” Ichigo menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

“Kau tau lagu itu?” tanya Rukia.

“Tentu saja, ini lagu kesukaaku.”

“Kalau begitu kita sama dong. Aku juga sangat menyukai lagu itu.”

“Wah, berarti kita jodoh dong. Haha..”

Mendengar ucapan Ichigo, Rukia hanya terdiam.

“Oh iya, kenapa kau di sini? Kau tidak makan siang bersama dengan yang lain?” tanya Ichigo penasaran.

“Tidak, tadi aku sudah makan siang duluan.”

Rukia terdiam sesaat.

“Ichigo…”

“ya?”

“Aku….aku ingin mengatakan ini sebelum aku menyesal?”

“Mengatakan apa?”

“Ichigo, sebenarnya aku…” Rukia berhenti sejenak untuk menarik nafas, lalu saat ia ingin melanjutkan perkataannya Ichigo langsung memotongnya.

“Kau itu mau mengatakan apa sie?” tanya Ichigo tak sabar.

“Dengarkan dulu sampai aku selesai bicara, bodoh!” bentak Rukia karena kesal sekali pada Ichigo tak sabaran.

“Habisnya dari tadi kau bicara tidak selesai-selesai, malah berhenti terus. Dasar cebol!” balas Ichigo yang tak rela dikatai bodoh.

“Aku menyukaimu jeruk!” ucap Rukia dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya.

Ichigo hanya tercengang mendengar perkataan Rukia yang super cepat. Lalu saat ia dapat mencerna perkataan Rukia, ia pun tersenyum.

“Aku juga menyukai mu midget.”

Ichigo pun meletakan gitarnya di bangku dan langsung memeluk Rukia.

“Ichigo…sakit.” seru Rukia seraya melepaskan pelukan Ichigo.

“Aku terlalu kuat memelukmu ya? Baiklah, aku akan mengendorkan pelukanku.” Seru Ichigo jahil.

Bugh

Tinju Rukia mendarat di perut Ichigo dan berhasil membuat laki-laki itu mengerang kesakitan.

“Rukia, kau kenapa sih? Sakit tau!” tanya Ichigo yang heran sambil mengelus-elus perutnya.

“Kan tadi sudah kubilang sakit!”

“Kau sedang haid ya? Dari tadi marah-marah terus.” seru Ichigo tanpa berpikir.

Duk

Sebuah tendangan dari Rukia berhasil mengenai tulang kering di kaki Ichigo sehingga membuatnya melompat-lompat kesakitan.

“Kau itu jangan asal bicara maag ku kambuh tau!” teriak Rukia yang berhasil menambah nyeri di perutnya.

Rukia yang tak tahan pun meringis kesakitan.

Ichigo tercengang sesaat, lalu Ichigo menyambar tangan Rukia dan menggendongnya dengan Bridal Style, yang membuat Rukia blushing.

“Hey, aku mau dibawa kemana? Turunkan aku!” perintah Rukia yang masih blushing dengan perlakuan Ichigo.

“Diam saja kau cebol. Aku akan membawamu untuk minta obat.”

“Aku tidak cebol!” Rukia mendengus kesal, kemudian ia melihat wajah Ichigo dan tersenyum penuh kebahagiaan.

-END-
penulis : Winna Kiyoe Yoshioka ユイ on Facebook

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: