Number of 666

July 8, 2010

BLEACH FanFic II (Chapter II – Part I)

Filed under: Anime, Bleach, Jepang — Tags: , , — adiprayit @ 11:06 am


Graduation

Selesai berjogging, Rukia, Tatsuki beserta Momo kembali ke vila, dan mereka melewati taman yang sudah di penuhi oleh teman-teman mereka yang sedang menghirup udara pegunungan di pagi hari yang segar.

Mereka bertiga lantas pergi ke kamar mereka dan bergegas mandi karena tubuh mereka sudah dibasahi oleh keringat.

Setelah mereka bertiga telah rapi, mereka menuju ke taman untuk bergabung bersama teman yang lainnya. Di taman Rukia bemain bagaikan anak kecil, dia memainkan perosotan, jungkat-jungkit, ayunan dan segala mainan anak-anak yang ada di situ.

Rukia dengan tidak bosan-bosannya memainkan ayunan bersama dengan Momo, sedangkan Tatsuki hanya mendorong ayunan mereka berdua. Rukia terlihat amat gembira seperti anak kecil yang di belikan mainan oleh orang tuanya.

Sesekali Rukia melirik Ichigo yang sedang duduk di bangku taman bersama teman-temannya.

“Ahem, sepertinya daritadi ada yang tersenyum terus.” ledek Tatsuki yang sedari tadi melihat Rukia yang sedang memperhatikan Ichigo.

“Aku tidak tersenyum kok.” ucap Momo polos.

“Bukan kau tau! Yang ku maksud itu Rukia.” mendengar ucapan dari Tatsuki, Momo hanya cengengesan saja sedangkan Rukia asik bersweatdrop ria.

“Rukia, Momo. Sudah ah, jangan main ayunan terus! Capek tau dorongnya, kita kesana aja yuk!” Tatsuki menarik pergelangan tangan Rukia dan Momo menuju arah kolam renang.

Terlihat banyak sekali yang sedang bermain di sana, ada yang benar-benar berenang dan banyak pula yang hanya bermain air. Tatsuki megajak Rukia dan Momo berenang di kolam renang, Momo setuju dengan ajakan Tatsuki tapi tidak dengan Rukia yang sangat membenci olahraga renang. Sekeras apapun Tatsuki mengajak dan membujuk tapi Rukia tidak mau merubah keputusanya karena satu hal, Rukia tidak bisa berenang. Akhirnya hanya Tatsuki dan Momo yang berenang, sementara Rukia hanya bersandar pada pohon di tepi kolam renang. Dan saat itu Rukia melihat Kaien yang sedang bersama dengan mainan barunya, Senna.

Tak sengaja mata Kaien bertemu pandang dengan mata Rukia, lalu Kaien menyeringai dan berjalan meninggalkan Senna, menuju Rukia. Rukia yang melihat Kaien berjalan ke arahnya segera pergi dari tempatnya. Kaien segera mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Rukia dan membawanya ke tempat yang agak sepi.

“Lepaskan, sakit tau!” Rukia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Kaien.

“Hmm…sepertinya Rukia yang sekarang menjadi sedikit galak ya?” Kaien menyeringai sambil terus mengencangkan cengkramannya pada pergelangan tangan Rukia.

“Sudah ku bilang lepaskan!” tangan Rukia mulai memberontak tapi tetap tak berhasil melepaskan dirinya dari Kaien. “Sebenarnya apa sih yang kau inginkan dariku?” Rukia berteriak kesal.

“Kau masih mengharapkanku kan?” seru Kaien dengan tenang masih dengan seringai di wajahnya.

“Kau masih belum puas mempermainkanku?” saat ini wajah Rukia sudah memerah, bukan karena malu, melainkan karena emosinya yang memuncak.

“Tidak ada yang mempermainkanmu Rukia.” seru Kaien dengan tenang.

“Oh ya? Lalu waktu kau menerima uang taruhan setelah berpacaran denganku dan waktu kau berduaan dengan Neil di Laboratorium setelah pulang sekolah apa? Kau kira aku ini bonekamu yang bisa kau mainkan kapan saja kau mau?!” Rukia menumpahkan semua kekesalannya selama ini yang ia pendam.

“Saat menerima uang taruhan aku memang salah, tapi tidak dengan tentang Neil. Dia yang menggodaku.” elak Kaien.

“Omong kosong.” ucap Rukia dingin. “Lalu bagaimana dengan Senna?” Rukia menatap mata Kaien dengan tatapan kebencian.

“Dia cuma teman biasa.” Kaien masih membela diri.

“Lalu, bagaimana dengan taruhan kau bisa berpacaran denganku lagi!?” kali ini Rukia sedikit berteriak.

“Kau mendengar hal itu dari siapa? Semua yang kau dengar itu bohong Rukia.” Kaien semakin mencekram erat pergelangan tangan Rukia hingga Rukia meringis kesakitan.

“Lepaskan aku!” Rukia sekali lagi mencoba membebaskan diri dari cengkraman Kaien.

“Berhentilah mengganggu Rukia!” Ichigo tiba-tiba muncul dan segera melepaskan cengkraman Kaien di tangan Rukia.

“Berani sekali kau menghalangiku, memangnya kau siapanya Rukia?” tanya Kien kesal.

“Aku sahabatnya. Memangnya salah kalau aku membantunya menyingkirkan orang yang mengganggu baginya?” Ichigo menjawab pertanyaan Kaien dengan lantang.

“Oh. Jadi kau mau bertindak sebagai pahlawannya Rukia?” seru Kaien dengan nada merendahkan.

“Sudahlah jangan banyak bicara. Apa kau tidak malu dengan sikapmu yang terus memaksa wanita?” seru Ichigo kesal.

“Apa kau bilang?” saat Kaien ingin menghajar Ichigo, gerakannya terhenti karena teriakan Rukia.

“Hentikan….!!!” wajah Rukia kini benar-benar memancarkan emosi yang tinggi. “Ichigo, lebih baik kita segera pergi dari sini.” Rukia menarik tangan Ichigo menjauhi tempat Kaien.

Setelah cukup jauh dari tempat Kaien, Rukia berhenti dan melepaskan genggaman tangannya dari Ichigo. Rukia mengatur nafas untuk meredakan emosinya yang sempat memuncak. Ichigo hanya memandang Rukia.

“Terima kasih Ichigo.” ucap Rukia.

“Sama-sama.” Ichigo melihat pergelangan tangan Rukia yang merah bekas cengkraman Kaien, “Tanganmu baik-baik saja?” tanya Ichigo khawatir.

“Ya. Hanya sedikit sakit.” ucap Rukia Jujur.

“Lebih baik kau mengobatinya sebelum menjadi memar.” saran Ichigo.

“Baiklah.” Rukia sejenak terdiam, “Sekali lagi terima kasih Ichigo. Kau memang sahabatku yang paling baik.”

Ichigo hanya tersenyum mendengar perkataan dari mulut Rukia, dan ia segera pergi meninggalkan Rukia karna Ishida memanggilnya.

oOo
penulis : Winna Kiyoe Yoshioka ユイ on Facebook

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: